|
Sunday, 13 June 2010 |
|
Kebon Sirih dan Pertahanan Van den Bosch Alwi Shahab Wartawan Republika Kampung Kebon Sirih, Jakarta Pusat, diabadikan akhir abad ke-19 atau lebih dari 100 tahun lalu. Tampak sebuah delman dengan santai tengah melintas di jalan sunyi dan lengang. Tentu saja kita tidak akan mendapati lagi kawasan semacam ini di Jakarta. Jalan Kebon Sirih sendiri di hampir semua jurusannya–seperti juga ditempat lain di Ibu Kota—tiap hari tidak luput dari kemacetan. Kebon Sirih merupakan pemekaran Kota Batavia ke arah selatan. Pada 1890 Gubernur Jenderal Van den Bosch membuat garis pertahanan yang disebut Defensielijn Van den Bosch di sekitar wilayah Gambir (Koningsplein) atau Monas. Untuk itu, dia membangun benteng yang dipusatkan di Prince Frederick Citadel yang kini menjadi Masjid Istiqlal. Sebelumnya benteng itu merupakan bagian dari Wilhelmina Park (Taman Wilhelmina), mengabadikan nama nenek dari Ratu Belanda sekarang ini. Garis Pertahanan Van den Bosch yang disebut Weltevreden (daerah yang lebih nyaman) dibandingkan kawasan ‘kota tua’. Van den Bosch terkenal dengan politik tanam paksa. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Sunday, 13 June 2010 )
|
|
|
Saturday, 05 June 2010 |
|
Onrust: Dari Westerling ke Kartosuwirjo Alwi Shahab Wartawan Republika Gambar berikut ini menunjukkan saat kejayaan Pulau Onrust di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, pada abad ke-17 dan 18. Dari tempat inilah awal penjajahan Belanda di Indonesia ketika VOC menyerang dan menguasai Jayakarta, 30 Mei 1619. Pulau yang kini luasnya 7,5 ha dari sebelumnya 12 ha karena abarasi, banyak memiliki peninggalan arkeologi, di antaranya sisa fondasi benteng yang luasnya hampir 2/3 pulau, kincir angin, ruang bawah tanah, kompleks ma kam Belanda, dermaga, tanggul pantai, sisa fondasi meriam (baterij), dan beberapa bangunan sisa karantina haji. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Saturday, 05 June 2010 )
|
|
|
Sunday, 23 May 2010 |
|
Buitenzorg (Kota tanpa Rasa Risau) 1870 Alwi Shahab Wartawan Republika Pemandangan indah seperti tertera dalam foto adalah pusat Kota Bogor. Warga Belanda saking kagumnya terhadap Kota Bogor menyebutnya Buitnzorg yang secara harfiah kira-kira berarti "Kota Tanpa Rasa Risau". Belanda memang memberikan nama-nama gelar bagi kota tempat yang mereka promosikan untuk menarik kedatangan para wisatawan mancanegara. Seperti Batavia ‘Queen of the East’ (Ratu dari Timur), Garut ‘Bern of the East’ (Bern kota di Swiss dari Timur) atau Bandung ‘Parijs van Java’ (Paris dari Jawa). |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Sunday, 23 May 2010 )
|
|
|
Friday, 07 May 2010 |
|
Kampung Tanjung Priok 1867 Alwi Shahab Wartawan Republika Untuk membangun pelabuhan baru menggantikan Sunda Kelapa yang sudah tidak dapat menampung kapal yang merapat, survei pun dilakukan di berbagai tempat di pantai utara Jakarta. Lalu, dipilihlah desa kecil ini. Foto yang diabadikan oleh fotografer Woodbury & Page pada 1867 atau 143 tahun lalu itu memperlihatkan kampung yang sudah bernama Tanjung Priok. Kampung itu dihuni oleh beberapa orang yang tinggal di rumah rumah sederhana. Rumah itu terbuat dari bambu dan beratapkan rumbia. Di tepi pantai, tampak beberapa anggota tim survei yang sedang duduk di rakit yang terbuat dari bambu. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Friday, 07 May 2010 )
|
|
|
Sunday, 25 April 2010 |
|
Pengadilan Kolonial di Meester Cornelis Alwi Shahab, Wartawan Republika Suasana sidang pengadilan landraad di masa Hindia Belanda. Terlihat tiga tersangka duduk di ubin tengah diminta keterangan oleh hakim dan jaksa (tengah). Pengadilan ini berlangsung di Meester Cornelis (Jatinegara), yang sampai tahun 1905 masih sebagai daerah terpisah dari Batavia (Jakarta). Pengadilan ini terletak di kantor Keresidenan Meester Cornelis, yang kini menjadi Markas Kodim Jakarta Timur dekat stasiun kereta api Jatinegara. Bekas markas Kodim ini, sekarang tengah disiapkan sebagai tempat kegiatan budaya dan kesenian Betawi. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Sunday, 25 April 2010 )
|
|
|
Saturday, 17 April 2010 |
|
CBZ Atawa RSCM Tahun 1928 Alwi Shahab, Wartawan Republika CBZ (Centrale Burgelijke Ziekenhuis) berarti Pusat Rumah Sakit Rakyat. Kini, bernama RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) di Jalan Diponegoro No 71, Salemba, Jakarta Pusat, diabadikan 1928. Pemerintah kolonial membangun CBZ pada tahun 1919 sebagai rumah sakit rakyat, tempat praktik, dan laboratorium mahasiswa STOVIA (Sekolah Dokter Jawa), cikal bakal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Sejak saat itu, penyelenggaraan pendidikan dan pelayanan kedokteran semakin maju dan berkembang bagi masyarakat luas. STOVIA didirikan 1898 dan murid-murid sekolah kedokteran inilah yang menggerakkan Budi Utomo pada tahun 1908 yang kita peringati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Berdirinya CBZ dilatarbelakangi timbulnya wabah penyakit berbahaya kala itu. |
|
Pemutakhiran Terakhir ( Saturday, 17 April 2010 )
|
|
|
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 10 dari 21 |